Senin, 05 Februari 2018

TATA CARA SHOLAT JENAZAH

Sholat Jenazah

 Rukun, syarat, panduan tatacara sholat jenazah atau sholat mayit dibawah ini adalah sudah kami ringkas, dan kami lengkapi dengan beberapa dalil hadits dari Nabi SAW, rukun Shalat Jenazah  terdiri dari 8 rukun dan Hukum menjalankannya adalah "Fardhu Kifayah" artinya jika tidak ada yang menjalankan, semua akan berdosa. Shalat ini gak memakai ruku’, sujud, i’tidal dan tahiyyat, hanya dengan 4 takbir dan 2 salam, yang dilakukan dalam keadaan berdiri. 
Berikut ini adalah rukun sholat jenzah :
1. Niat
Setiap shalat dan ibadah lainnya kalo gak ada niat dianggap gak sah, termasuk niat melakukan Shalat jenazah. Niat dalam hati dengan tekad dan menyengaja akan melakukan shalat tertentu saat ini untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah : 5).
Hadits Rasulullah SAW dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya." (HR. Muttafaq Alaihi).
2. Berdiri Bila Mampu
Shalat jenazah sah jika dilakukan dengan berdiri (seseorang mampu untuk berdiri dan gak ada uzurnya). Karena jika sambil duduk atau di atas kendaraan [hewan tunggangan], Shalat jenazah dianggap tidak sah.
3. Takbir 4 kali
Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah.
Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali.
(HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)
Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.
4. Membaca Surat Al-Fatihah
5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW
6. Doa Untuk Jenazah
Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :
"Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya."
(HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).
Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :
"Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi."
7. Doa Setelah Takbir Keempat
Misalnya doa yang berbunyi :
"Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu.."
8. Salam
Berikut ini adalah Tata Cara, Urutan dan Do'a Sholat Jenazah :
1. Lafazh Niat Shalat Jenazah :
"Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti fardlal kifaayatin makmuuman/imaaman lillaahi ta’aalaa.."
Artinya:
"Aku niat shalat atas jenazah ini, fardhu kifayah sebagai makmum/imam lillaahi ta’aalaa.."
2. Setelah Takbir pertama membaca: Surat "Al Fatihah."
3. Setelah Takbir kedua membaca Shalawat kepada Nabi SAW : "Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad?"
4. Setelah Takbir ketiga membaca:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”
atau bisa secara ringkas :
"Allahummagh firlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu.."
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat, sejahtera dan maafkanlah dia"
5. Setelah takbir keempat membaca:
"Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.."
Artinya:
"Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya"
6. "Salam" kekanan dan kekiri.

Catatan: Jika jenazah wanita, lafazh ‘hu’ diganti ‘ha’.

Senin, 13 November 2017



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP- 2.4)

Satuan Pendidikan     : SMA Al Azhar 3 b. Lampung
Kelas / Semester       : XI / 2
Mata Pelajaran          : Pendidikan Agama Islam
Topik                          : Iman
 Materi Pokok            : Makna iman kepada Rasul-rasul Allah SWT.
Alokasi Waktu           : 3 X 3 Jam Pelajaran
Jumlah Pertemuan     : 3 x Pertemuan

A.     Kompetensi Inti    :
 (K1) : Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya
 (K2) : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan,  gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro- aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan   alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
 (K3) :Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan    wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
   (K4)  :Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,   dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar
3.4 Memahami makna iman kepada Rasul-rasul Allah SWT.
4.6 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi 
3.4.1   Menjelaskan pengertian iman kepada Rasul-rasul Allah SWT
3.4.2   Menunjukkan perilaku iman kepada Rasul-rasul Allah SWT
4.6.1   Mampu menjelaskan hikmah beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT
4.6.2   Mampu menerapkan Perilaku  hikmah beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah dilaksanakan kegiatan pembelajaran  siswa dapat:
·     Menjelaskan pengertian iman kepada Rasul-rasul Allah SWT
·     Menunjukkan perilaku iman kepada Rasul-rasul Allah SWT
·     Menjelaskan hikmah beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT
·     Menerapkan Perilaku  hikmah beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT

E. Materi Ajar
Iman kepada Rosul-rosul Allah SWT.


F. Metode Pembelajaran
Saintifik
kooperatif
rool play,diskusi, ceramah

G. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi waktu

Pendahuluan

·        Memberikan salam
·        Menanyakan kepada siswa kesiapan dan kenyamanan untuk belajar
·        Menanyakan kehadiran siswa
·        Mempersilakan salah satu siswa memimpin doa
·        Tanya jawab materi sebelumnya
·        Menyampaikan tujuan pembelajaran melalui power point.

10 menit

Inti
·      Mengamati
-       Mencermati teks bacaan tentang ketentuan beriman kepada Rasul-rasul Allah SWTsecara individu maupun kelompok.
·      Menanya
-       Mengajukan pertanyaan, misalnya tentang makna beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT?, hikmah apa yang diperoleh dari beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT ?, bagaimana sikap kita terhadap  keimanan kepada Rasul-rasul Allah SWT? Bagaimana cara mengimani Rasul-rasul Allah swt?
·      Eksperimen/Eksplore
-       Diskusi tentang makna bagaimana cara mengimani Rasul-rasul Allah SWT? dalam persfektif Islam,
-       Diskusi tentang cara beriman terhadap Rasul-rasul Allah SWT?
-       Menganalisa hikmah beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT?
·      Assosiasi
-       Menyimpulkan makna beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT?
-       Menyimpulkanhikmah beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT?
·      Komunikasi
-       Menyajikan/melaporkan hasil diskusi tentang tentang makna beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT?, serta hikmahnya.
-       Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonformasi, dan menyanggah).
-       Membuat resume pembelajaran di bawah bimbingan guru.
·      Refleksi
-       Menampilkan sikap sidiq, amanah, tabligh dan fathonah  sebagai refleksi dari iman kepada Rasul-rasul Allah SWT?
Menunjukkan sikap  ketauladanan sebagai cerminan penghayatan terhadap iman kepada Rasul-rasul Allah SWT?

70 menit

Penutup

·        Klarifikasi/kesimpulan siswa dibantu oleh guru menyimpulkan materi
·        Evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran
·        Siswa melakukan refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran
·        Mengucapkan salam

10 menit

H. Alat (Bahan) / Sumber Belajar:
a.      Alat / Bahan           :    Al Qur’an
Power point, Video, LCD, Laptop
b.     Sumber Belajar    :    Buku PAI Kls XI Kemdikbud
·               Al-Quran dan Al-Hadits
·               Buku tajwid
·               Kitab tafsir Al-Qur’an
·               Buku lain yang menunjang
·               Multimedia interaktif dan Internet

I.  Penilaian   
1.      Prosedur    :
a.   Penilaian proses belajar mengajar oleh guru
b.   Penilaian hasil belajar (tes lisan/ tertulis berbentuk Esay)
2.      Alat Penilaian (Soal terlampir)

B.     Lampung, 27 Juli 2017
Kepala SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung




Drs. Hi. Ma’arifudin Mz,M.Pd.I
NIP.19680317 200003 1 006
Guru Mapel




Rahmattulloh,S.Pd.I
NIP.

Lampiran
TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.
a.      Q.S. Al nQashos 7 - 10





b.      Q.S. Huud : 89



c.       Q.S Yusuf : 6




IMAN KEPADA RASUL ALLAH
IFTITAH
1.      Duduklah dengan tenang, khusyuk, dan tawaduk!
2.      Mulailah dengan ta'awuz dan basmalah!
3.      Perhatikanlah dengan saksama penjelasan dari guru agamamu!
4.      Hayatilah keimanan terhadap rasul dan ambillah hikmahnya ke dalam kehidupanmu sehari-hari!
5.      Akhirilah pelajaran dengan membaca doa agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah!
Kata rasul berasal dari bahasa Arab, rasulun yang artinya utusan. Menurut istilah, rasul adalah manusia mulia yang dipilih Allah untuk menerima w untuk diamalkan sendiri dan wajib disampaikan kepada umatnya, sedangkan nabi adalah manusia mulia yang dipilih Allah untuk menerima wahyu agar diamalkan oleh dirinya, tetapi tidak wajib menyampaikannya kepada umatnya. Maksud dari beriman kepada rasul adalah meyakini bahwa mereka adalah orang yang diutus dan ditugaskan Allah untuk menyampaikan ajaran kepada umatnya sebagai pedoman bagi kehidupan.

A.     Fungsi Iman kepada Rasul Allah
Para nabi dan rasul sebagai khalifah Allah di bumi mengemban tugas untuk menerima informasi tentang peraturan Allah dan menyampaikannya kepada umat manusia agar terjadi keharmonisan dalam kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, para rasul mempunyai fungsi antara lain sebagai berikut.
1.      Membawa berita gembira atau peringatan kepada umatnya.
2.      Menyuruh umat untuk menyembah hanya kepada Allah dan senantiasa bertakwa kepada-Nya.
3.      Menyeru pada umat untuk beriman kepada Allah tanpa pengkultusan terhadap para rasul itu.
4.      Mengajarkan seluruh umat agar senantiasa mempelajari kitab suci yang diturunkan kepada rasul sebagai pedoman hidupnya.
Tugas seorang rasul dalam menyampaikan misinya pasti sangat berat. Oleh karena itu, Allah membekali mukjizat kepada mereka yang berfungsi sebagai bukti atas kerasulan dan sebagai senjata dalam menghadapi musuh-musuh yang menentang. Beriman kepada rasul berfungsi sebagai berikut.
1.      Untuk lebih mengenal dan mempercayai Rabb (Tuhan) yang menciptakan seluruh makhluk.       
2.      Meyakini bahwa kita hanya patut menyembah kepada-Nya serta mempercayai kebenaran ajaran yang dibawa oleh rasul-Nya.
3.      Mengikuti dan meneladani perilaku rasul dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita akan mendapatkan rahmat dari Allah swt. sebagaimana firman-Nya.



Artinya: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al Anbiya: 107).

4.      Agar manusia lebih mengenal hakikat dirinya bahwa manusia diciptakan Allah adalah untuk mengabdi dan menyembah kepada Allah swt.
 


Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Az Zariyat: 56).

5.      Rasul mengajarkan kepada manusia untuk tidak saling berselisih, mendengki, membenci, bermusuhan, dan berbuat kerusakan, baik terhadap diri sendiri, sesama manusia maupun alam semesta.
6.      Allah mengutus para nabi dan rasul untuk meneruskan perjuangan untuk melestarikan aturan-aturan Allah di setiap zaman demi kebaikan manusia itu sendiri.
           
DISKUSIKAN
Menurut Anda, mata rantai ajaran apakah yang menyatukan seluruh nabi dan rasul yang diyakini keberadaannya dalam Islam?

B.     Sikap Mengimani Rasul Allah
Para rasul memiliki empat sifat wajib, empat sifat mustahil, dan satu sifat jaiz. Sifat wajib bagi rasul adalah sebagai berikut.
1.      Siddik (benar)
2.      Amanah (dapat dipercaya).
3.      Fatanah (cerdas).
4.      Tablig (menyampaikan).
Adapun sifat mustahil bagi rasul adalah sebagai berikut.
1.      Kizib (berbohong)
2.      Khianat (berkhianat)
3.      Baladah (bodoh
4.      Kitman (menyembunyikan)
Sifat jaiz bagi rasul adalah wuqu’u a'radil basyariyyah yang artinya bahwa rasul akan mengalami atau merasakan sesuatu sebagaimana manusia biasa, seperti makan, minum, tidur, berjalan, berumah tangga, beranak istri, mempunyai kawan, dan mengalami kemenangan maupun kekalahan dalam perjuangan hidup.

RISALAH Al Quran menerangkan tentang Nabi Khidir sebagai salah satu nabi dan hamba Allah yang saleh, khususnya dalam Surah Al Kahfi Ayat 60-82. Meski namanya hanya disebut sebagai ‘Abd’ yang berarti hamba, para ahli tafsir sepakat bahwa sosok Nabi Khidirlah yang dimaksud dalam ayat tersebut. Pesan moral yang terkandung di dalamnya antara lain meyakini kenabian, teguh memegang komitmen atau janji, tidak bersikap su'uzan, dan mampu bersikap sabar.

Selain memiliki sifat-sifat tersebut para rasul memiliki hal yang sangat esensial (mendasar) yang menjadi bukti atas kerasulannya, yaitu mukjizat. Mukjizat adalah suatu keajaiban yang sangat luar biasa yang diberikan Allah swt kepada para rasul yang tidak bisa ditiru oleh siapa pun. Dengan demikian, akan mudah sekali untuk membedakan mana yang sebenarnya rasul dan mana yang bukan.
Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita lihat tidak sedikit orang yang menyatakan kekagumannya, kehormatan, dan kecintaannya kepada rasul dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:
1.      Dengan memuliakan dan senantiasa mengucapkan salawat kepadanya.  
2.      Mengerjakan segala sesuatu yang diperintahkan dan menjauhi segala larangan Allah yang diajarkan oleh para rasul. Firman Allah swt.


 





Artinya: “Apa saja harta rampasan (fa'i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota, maka adalah untuk Allah, rasul kerabat rasul, anak-anak yatim, orang­orang miskin, dan orang-orang yang dalam perjalanan supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS Al Hasyr: 7).



3.      Meyakini kebenaran yang ada dalam Al Quran. Firman Allah swt.


 





Artinya: "Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datangperintahAllah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil." (QS Al Mukmin:78).

Jumlah rasul yang wajib diketahui oleh setiap orang mukmin adalah 25 orang sebagaimana yang namanya tercantum dalam Al Quran, tetapi di luar itu masih ada rasul­-rasul yang tidak disebutkan namanya. Kedua puluh lima rasul tersebut adalah sebagai berikut.
1. Adam     6. Ibrahim         11. Yusuf         16. Ilyasa         21. Yunus
2. Idris       7. Luth             12. Ayyub        17. Zulkifli        22. Zakaria
3. Nuh        8. Ismail           13. Syuaib        18. Daud          23. Yahya
4. Hud        9. Ishak            14. Harun         19. Sulaiman     24. Isa
5. Saleh      10. Ya kub       15. Musa          20. Ilyas           25. Muhammad saw.
Di antara ke-25 rasul tersebut, ada rasul yang mendapat gelar Ulul Azmi artinya memiliki ketabahan dan keuletan yang luar biasa dalam melaksanakan perjuangan untuk menegakkan kebenaran dari Allah swt. Mereka adalah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad saw.

TUGAS
Berikanlah penjelasan mengenai sifat wajib bagi para rasul, yaitu siddik, amanah, tablig, dan fatanah serta contoh konkrit pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari (masing-masing dua contoh)!

C.     Penghayatan Iman kepada Rasul Allah
Para rasul diutus Allah di muka bumi untuk menyampaikan wahyu dari Allah, yaitu mengajak dan memberi peringatan kepada umatnya agar mereka beriman kepada Allah dan mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi semua yang dilarang-Nya. Bila mereka mau menerimanya, maka mereka akan selamat hidupnya di dunia dan di akhirat. Akan tetapi, apabila mereka tidak mau beriman, maka mereka akan mendapatkan siksa yang amat pedih. Firman Allah swt.


 



Artinya: Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran, sebagai pembawa berita gembira, dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan." (QS Fatir: 24).

Oleh karena itu, keberadaan rasul di muka bumi adalah untuk menjadi teladan yang baik (uswatun hasanah) bagi umatnya. Segala gerak-geriknya atau tingkah lakunya menunjukkan sikap kebenaran yang hanya berdasarkan firman Allah. Keteladanan rasul ini dinyatakan dalam firman Allah swt. berikut ini.


 




Artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu surf teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."           (QS AI Ahzab: 21).

Tugas berat para rasul yang pasti disandang dalam menyebarkan ajarannya, antara lain sebagai berikut.
1.      Membimbing dan menyampaikan perintah Allah agar umatnya senantiasa melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
2.      Menjelaskan kepada umatnya atas hal-hal yang dapat menyelamatkan hidupnya di dunia maupun akan membahagiakan kehidupannya di akhirat.
3.      Berjihad dan berjuang untuk menegakkan agama Islam agar senantiasa dihayati dan diamalkan oleh seluruh umat manusia.
Meski demikian, dalam menyampaikan wahyu kepada umatnya, tidak jarang para rasul tersebut mendapatkan tantangan, penghinaan, bahkan siksaan. Akan tetapi, rasul tersebut berjuang tanpa mengenal lelah. Perjuangan mereka sangat patut untuk kita teladani.

TUGAS
Tangga! 12 Rabiul awal kita memperingati hari kelahiran Rasulullah saw. Jelaskanlah makna yang terkandung di dalamnya dan bagaimana cara terbaik dalam memperingati hari tersebut!

IJTIMA
Kata rasul berasal dari kata rasulun yang artinya utusan. Menurut istilah, rasul adalah manusia mulia yang dipilih Allah untuk menerima wahyu untuk diamalkan sendiri dan wajib disampaikan kepada umatnya, sedangkan nabi adalah manusia mulia yang dipilih Allah untuk menerima wahyu agar diamalkan oleh dirinya, tetapi tidak wajib menyampaikannya kepada umatnya.
Fungsi mereka antara lain membawa berita gembira atau peringatan kepada umatnya, menyuruh umat untuk menyembah hanya kepada Allah dan senantiasa bertakwa kepada-Nya, menyeru pada umat untuk beriman kepada Allah tanpa pengkultusan terhadap para rasul itu, dan mengajarkan seluruh umat agar senantiasa mempelajari kitab suci yang diturunkan kepadanya sebagai pedoman hidupnya.
Sikap beriman kepada rasul dapat diwujudkan antara lain dengan memuliakan dan senantiasa mengucapkan salawat kepadanya, mengerjakan segala sesuatu yang diperintahkan dan menjauhi segala larangan Allah yang diajarkan oleh para rasul, dan meyakini kebenaran yang ada dalam Al Quran.

Lampiran 2 : Format Penilaian Proses bealajar
FORMAT PENGAMATAN SIKAP
No
Nama Siswa
Disiplin
Tanggung jawab
Peduli
Kerja keras
A
B
C
A
B
C
A
B
C
A
B
C
1













2













3













4













5













6













7













8













9













10













11













12














13













14














15













16













17













18













19













20













21













22













23













24













25













26













27













28













29













30













31













32













34













35













36













37













39














INDIKATOR KOMPETENSI INTI 1 DAN 2
1.      Disiplin
a.       Selalu hadir di kelas tepat waktu
b.      Mengerjakan LKS sesuai petunjuk dan tepat waktu
c.       Mentaati aturan main dalam kerja mandiri dan kelompok

2.      Tanggung jawab
a.       Berusaha menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh
b.      Bertanya kepada teman/guru bila menjumpai masalah
c.       Menyelesaikan permasalahan yang menjadi tanggung jawabnya
d.      Partisipasi dalam kelompok

3.      Peduli
a.       Menjaga kebersihan kelas, membantu teman yang membutuhkan
b.      Menunjukkan rasa empati dan simpati untuk ikut menyelesaikan masalah
c.       Mampu memberikan ide/gagasan terhadap suatu masalah yang ada di sekitarnya
d.      Memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya

4.      Kerja keras
a.       Mengerjakan LKS dengan sungguh-sungguh
b.      Menunjukkan sikap pantang menyerah
c.       Berusaha menemukan solusi permasalahan yang diberikan

PEDOMAN PENILAIAN:
a.          Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan karakter siswa pada kondisi awal dengan pencapaian dalam waktu tertentu.
b.         Hasil yang dicapai selanjutnya dicatat, dianalisis dan diadakan tindak lanjut.
.
·      Tugas
-       Mencari ayat-ayat al-qur’an dan hadis tentang iman kepada Rasul-rasul Allah SWT?
-       Mengumpulkan bahan-bahan tulisan tentang beriman Rasul-rasul Allah SWT?

·      Observasi
-       Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi yang memuat:
-       Isi diskusi (makna beriman Rasul-rasul Allah SWT?, cara beriman kepada beriman Rasul-rasul Allah SWT? dan hikmah beriman Rasul-rasul Allah SWT?
-       Memiliki sikap sidiq, amanah, tabligh dan fathonah serta ketauladanan sebagai implementasi dari iman Rasul-rasul Allah SWT?

·      Portofolio
-       Membuat laporan tentang makna Rasul-rasul Allah SWT?, cara beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT?, dan hikmah beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT?

·      Tes
-       Tes kemampuan kognitif dengan bentuk tes soal – soal pilihan ganda tentang beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT?